Begini Cara Menyetrika Baju yang Benar Agar Tidak Mengilap

Begini Cara Menyetrika Baju yang Benar Agar Tidak Mengilap

Mencuci, menjemur, dan menyetrika memang aktivitas yang memakan waktu. Namun hal ini harus tetap dikerjakan bukan, Bu? Yang kerap membuat kesal adalah meski sudah memakan waktu, hasilnya kadang tetap kurang maksimal dan pakaian tetap kusut dan berbau tidak sedap serta bahannya malah menjadi mengilap. Selain mencuci secara benar, ternyata Ibu juga perlu memeriksa kembali cara penggunaan setrika untuk mendapatkan hasil setrika terbaik.Oleh karena itu, kami mencoba memberikan beberapa tips mulai dari cara menggunakan mesin cuci, cara menjemur, hingga cara menggunakan setrika yang benar. Begini Cara Menyetrika Baju yang Benar Agar Tidak Mengilap

Cara Mencuci dan Menjemur untuk Mencegah Baju Kusut
Hindari menjejali tabung mesin cuci dengan terlalu banyak cucian. Jika tabung mesin cuci terlalu penuh, cucian tidak mendapat cukup ruang untuk bergerak dan bergesekan satu sama lain. Selain itu, kondisi berdesakan bisa menghasilkan cucian yang lebih kusut.

Ibu bisa menambahkan cairan pelembut dan pewangi cucian sesuai selera. Cairan pelembut memberikan lapisan pada permukaan kain sehingga lebih licin dan mudah disetrika.

Segera keluarkan cucian setelah mesin cuci selesai berputar. Cucian yang dibiarkan terlalu lama menumpuk dalam kondisi lembap di dalam mesin cuci akan semakin kusut ketika dikeluarkan. Selain itu, cucian akan kembali menjadi berbau tidak sedap jika tidak segera dikeluarkan dan dikeringkan.

Jika masih ada kelebihan air pada cucian, Ibu perlu memerasnya tanpa memelintirnya. Cara terbaik memeras cucian adalah dengan menekan atau menggenggamnya erat-erat.

Kibaskan cucian untuk melepas kerutan-kerutan dan lipatan-lipatan, lalu jemur terbentang pada tali jemuran. Pastikan cucian tidak berkerut di atas tali jemuran karena kerutan akan kelihatan setelah cucian kering dan sulit di setrika.

Petunjuk di atas berlaku untuk pakaian secara umum. Tentunya Ibu dianjurkan membaca petunjuk perawatan setiap pakaian untuk mengetahui cara mencuci dan mengeringkan pakaian tersebut secara lebih khusus.

Cara Menyetrika yang Benar

Sebagian jenis pakaian tidak perlu disetrika, misalnya pakaian dalam, kaus oblong bersablon, jeans, dan celana pendek yang bisa menjadi cukup rapi ketika disimpan bertumpuk atau berimpitan di lemari gantung, asalkan Ibu melipatnya secara rapi. Sedangkan pakaian yang perlu disetrika antara lain kemeja dan celana panjang berbahan kain biasa. Kedua jenis ini perlu disetrika agar lebih halus dan rapi untuk dikenakan ke kantor atau ke sekolah. Perhatikan petunjuk berikut ini untuk mencegah kemeja dan celana panjang menjadi mengilap. Mengilap dalam hal ini bukanlah sesuatu yang baik karena kain menjadi rusak dan menipis.

Baca buku petunjuk penggunaan setrika untuk mengetahui cara mengoperasikan setrika, pilihan pengaturan suhunya, dan kemungkinan air yang diperlukan untuk menghasilkan uap.

Periksa petunjuk perawatan pada label kemeja dan celana panjang untuk mengetahui suhu setrika yang cocok dipakai.
Gunakan alas yang baik, bisa berupa tumpukan beberapa lapis kain tebal atau meja setrika yang bisa dibeli di toko-toko.
Nyalakan setrika dan pilih suhu yang sesuai dengan bahan kemeja atau celana panjang.

Gelar celana panjang dan tutup dengan selembar kain pelapis, lalu setrika di atas kain pelapis tersebut sehingga setrika tidak bersentuhan langsung dengan bahan celana dan mencegahnya menjadi mengilap. Ibu bisa memakai sarung bantal atau serbet sebagai pelapis. Jika Ibu memakai setrika uap, semprotkan uap pada celana sebelum menutupnya dengan pelapis.

Cara lain yang bisa Ibu lakukan adalah menyetrika sisi dalam kemeja dan celana panjang.

Menyetrika harus dimulai dari pakaian yang membutuhkan suhu rendah dan berakhir dengan pakaian yang membutuhkan suhu lebih tinggi. Berikut urutannya berdasarkan bahan: asetat, nilon/poliester, akrilik, wol, sutra, linen, dan katun. Meskipun begitu, tetap ikuti petunjuk pada label pakaian.

Hindari menyetrika di atas kancing, ritsleting, dan sablon.

Den Bagus APhe Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *